Monday, July 15, 2013

Sari Hamil

Sari mengadu pada ibunya,, tentang hal buruk yang menimpanya,,,,
 
Sari :: ( ketakutan ) Maaak… mana bapak…???!

Ibu :: keluar kota,,,,, kenapaaa….???

Sari :: ( dengan nada pelan ) sari minta ma’af yaaaa mak….! Kayaknya sari hamill….!

Ibu :: ( kaget ) apaaa…..??? apa kamu bilang……???

Sari :: ( gemetaran )iyaaa maak….. sari HAMIL….!

Ibu :: aaahhh… gak mungkin, kamu lagi sakit thu….. sana istirahat…!

Sari :: tapi akhir2 ini sari sering muntah2 maak…..! 

Ibu ::  ( rada cuek ) hmmm…. Thu paling Cuma masuk angin doank…! Sana  pergi beli minyak angin,,,, nantii juga bakalan sembuh setelah di kasih minyak angin… *_*

Sari :: (tersedu2 ) hikkk…. Hikkkss…….. tapi kenapa sekarang sari jadi suka makan yang asem2 maaakkk….???! 

Ibu :: ( dengan nada kesalll…..!!!) berhentiii laagh kau berhayaaalll SARIPUDIIIIIIIIIIINNNN……………!!!!!!! Arrrgghhhh………..!!!! mamak tempeleng kau nantiii yaaa…………. BENCONG!!!

Ngukur

Seorang pejabat berkunjung ke sebuah pesantren di Sampang untuk memberi bantuan komputer.

Untuk menguji kecerdasan para santri, pejabat tersebut menanyakan berapa tinggi tiang bendera di tempat apel di pesantren tersebut.

Seorang santri dengan sigap memanjat tiang bendera tersebut...lalu turun...dan bergegas menghadap dengan mengatakan: "Tinggi tiang bendera insyaalloh 7 meter, pak"

Melihat itu dalam arahannya pejabat tersebut memberi tips bahwa Santri tersebut tak perlu memanjat tiang untuk mengukur tinggi tiang bendera. Tiang direbahkan dan bisa diukur dengan meteran.

Mendengar itu si santri nyeletuk: "Lha...tadi bapak bilang kami disuruh mengukur tinggi tiang bendera"

"Kalau direbahkan itu mengukur panjang, bukan tinggi," tambah si santri.