Thursday, December 11, 2008

PARODI MERK ROKOK


Pada jaman dahulu kala di sebuah kerajaan Nikotin yang bernama Cigarilos, hiduplah seorang raja bernama Minak Djinggo. Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini mempunyai seorang putri yang cantik jelita, namanya Sri Wedari.

Suatu ketika putri sedang bermain di Long Beach, tiba-tiba datanglah segerombolan koboi Marlboro di bawah pimpinan Mr. Brown. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri. Beberapa waktu kemudian sang raja menerima surat ancaman dari sang koboi yang isinya: "Wahai raja, kalau putrimu ingin selamat, anda harus menebus dengan uang sebesar US$ 555 juta. Kami tunggu anda di Gudang Garam di negeri Kansas . Jika anda tidak mau memenuhi permintaanku, maka kami akan menusuk putrimu dengan Djarum Super sampai Bentoel Bentoel !!!.

Rajapun menjadi geram, sehingga diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sang putri.

Singkat cerita terpilihlah pendekar Sampoerna dengan senjata andalan Grendel dan Gentong !!! Sang pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negeri Tiongkok, bernama Djie Sam Soe dan dia mempunyai PRINSIP "kalau bisa nomor 1 buat apa 2,3,4".

Sang pendekarpun pergi menyeberangi lautan dengan kapal U.S.S Kennedy dengan nakodanya Marcopolo menuju medan laga untuk menyelamatkan sang putri. Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit "Wismilak suhu!" kata sang pendekar. Dijawab oleh suhu "Get lucky muridku".

Sang rajapun berucap untuk sang pendekar "Losta Masta". Dengan mengendarai Mustang serta semangat kepahlawanan yang besar di bukit DUNHILL akhirnya sang pendekar berhasil meyelamatkan sang putri. Raja sangat gembira dan kemudian diadakanlah pesta semalam suntuk di restaurant LA Light.

Pada saat makan malam berlangsung sang raja menghampiri sang pendekar yang sedang murung. Raja berkata, wahai pendekar, ini Bukan Basa Basi Lho !!!, pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kegagahberanian anda, mengapa malah murung bukankah pendekar pernah bilang "Asyiknya rame-rame !!!"

Pendekarpun menjawab "Pria Punya Selera".

"Lalu apa maumu?" tanya sang raja.

Dijawab oleh sang pangeran "Minta Krisdayanti Dong !!!".

"Kenapa Krisdayanti? Putriku kan lebih cantik?" Tanya Raja.

Jawab pengeran, "Maybe yes maybe no! Tapi Yang Penting Rasanya Dong!"

Alasan Kenapa Sekretaris Saya Pecat !!

Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan moodku tidak terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita "Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang" dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku "Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun". Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku. Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua". Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi".

Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, "Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan ?" Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.

Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, "Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman". Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana.

Di sebuah sofa panjang,....... telanjang tanpa sehelai benangpun........